Mengenal Istilah Jetlag Dalam Penerbangan

Jakarta – Travelerstars, Travelers yang menjalani penerbangan jarak jauh, pasti akrab dengan istilah Jetlag dimana travelers akan mengalami perasaan tidak nyaman dan kesulitan tidur. Beberapa waktu lalu, istilah ini dianggap sebagai sebagai ‘perasaan’ saja.

Namun penemuan medis terkini seperti dilaporkan National Sleep Foundation, Jetlag itu kondisi dimana ada ketidakstabilan di tubuh karena jam biologis berubah. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan zona waktu antara titik keberangkatan dan kedatangan.

Baca Juga : Tips: Pakaian saat winter

Secara alami tubuh kita bekerja dalam waktu 24 jam yang disebut dengan Circadian Rhythm. Ritme Circadian ini diukur melalui naik turunnya temperatur tubuh, hormon dan kondisi biologis lainnya. Semua kondisi ini dipengaruhi oleh terpaan sinar matahari dan ini menentukan kapan seseorang itu tidur dan bangun.

Ketika traveling dengan zona waktu berbeda, ritme circadian lambat dalam melakukan penyesuaian dan tetap pada jam biologis awal. Efeknya, tubuh memberikan sinyal untuk tidur, padahal ketika itu, lokasi sebenarnya masih siang hari bolong atau sebaliknya menyuruh kita terjaga meskipun kondisi riil saat itu sudah tengah malam.

Baca Juga  Nikmati Durian Monthong, Yuk Ke Suphahattra Land, Agrowisata Keren di Thailand

Baca Juga : Promo Tiket Emirat Ke Eropa Rp 12 Jutaan Hingga 31 Maret

Sebanyak 70% dari travelers yang terbang dan mengalami jetlag adalah orang tua, dan anak-anak. Biasanya, travelers mengalami jetlag ketika terbang melintasi setidaknya dalam 5 zona waktu yang berbeda.

Jet lag biasanya lebih buruk terjadi dalam penerbangan ke arah Barat ke Timur. Jetlag tidak dapat dihindari secara penuh. Ini harga yang dibayar untuk melakukan perjalanan jarak jauh dalam waktu yang singkat.

NASKAH : Travelerstars

FOTO : lifehacker

Mengenal Istilah Jetlag Dalam Penerbangan
Rate this post

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.