8 Baju Tradisional Jepang Pria dan Wanita Selain Kimono

Baju Tradisional Jepang Pria dan Wanita – Jepang merupakan salah satu negara di Benua Asia. Dan taukah anda jika pakaian Tradisional negara ini bukan saja Kimono seperti yang selama ini kita tahu.

Jepang memiliki pakaian-pakaian tradisional yang sudah ada sejak lama dan dilestarikan secara turun-temurun. Pakaian ini telah lama dan hingga saat ini masih eksis karena terus dilestarikan oleh generasi penerusnya. Untuk itu berikut ini adalah baju tradisional jepang pria dan wanita selain kimono.

  1. Furisode

Baju ini dikenakan oleh wanita di Jepang. Pakaian ini memiliki lengan lebar dan dipakai oleh wanita muda yang belum menikah. Furisode terbuat dari bahan yang memiliki warna cerah serta motif kainnya seperti bunga dan tanaman.

Furisode dipakai sebagai pakaian terbaik untuk pesta pernikahan yang dikenakan oleh tamu atau sebagai baju pengantin, miai, dan upacara resmi.

  1. Yukata

Yukata merupakan sejenis Kimono yang terbuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Kainnya mudah dilewati angin, sehingga pakaian tradisional ini dipakai supaya badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam, seperti selesai berendam di air panas.

Baca Juga  10 Makanan Khas Myanmar Ini Wajib Anda Coba Ketika Travelling

Adapun Yukata juga dipakai oleh Pegulat Sumo ketika sebelum dan sesudah bertanding. Pada musim panas atau musim kembang api dan matsuri di Jepang. Apabila anda melihat orang memakai Yukata, maka tidak jauh dari tempat itu ada matsuri atau pesta kembang api.

  1. Kurotomesode

Jika Furisode dipakai oleh wanita muda yang belum menikah, maka Kurotomesode dipakai oleh wanita yang sudah menikah. Baju ini dipakai ketika acara yang formal. Ada lambang keluarga yang memiliki jumlah 5 buah, yaknik 2 di bagian dada atas kiri dan kanan, 1 lambang di punggu dan 2 di bagian kanan dan kiri belakang lengan.

  1. Uchikake

Pada hari-hari spesial seperti pernikahan, maka pengantin di Jepang akan memakai baju adat yang paling mewah dan resmi. Uchikake ini salah satunya. Terbuat dari bahan yang tebal dan mempunyai desain yang dekoratif dan juga adanya motif indah seperti burung bangau. Pakaian ini juga biasa dipakai oleh Seniman Jepang dalam sebuah pertunjukan.

  1. Hakama

Hakama merupakan pakaian tradisional Jepang yang dipakai diluar untuk menutupi pinggang hingga mata kaki. Namun perkembangannya saat ini Hakama biasa juga dipakai hingga bagian lutut.

Baca Juga  Agrowisata Petik Apel di Batu Malang

Hakama sendiri adalah busana resmi pria untuk menghadiri acara resmi seperti upacara minum teh, pesta pernikahan dan seijin shiki. Pria yang memakai Hakama ketika merayakan Shichi Go San. Montsuki dipakai bersama Hakama dan Haoir adalah setelah baju pengantin pria tradisional.

Salah satu baju tradisional Jepang ini mendapat pengaruh dari Kerajaan China lama. Sebagai bawahan, hakama dulu dipakai oleh para Samurai. Terbuat dari 2 lembar kain yang bermotif polos dengan bentuknya trapesium, cara memakainya adalah dengan mengikatkan dengan 4 tali.

Dua tali yang pendek diikat di bagian belakang kiri dan kanan, sedangkan bagian depan kiri dan kanan diikat dengan tali yang lebih panjang.

Hakama mempunyai panjang hingga mata kaki bisa membuat pandangan mata lawan menjadi terkecoh ketika bertarung. Di dasarnya mempunyai 7 kerutan, yakni 2 kerutan di belakang dan 5 kerutan di depan. Ini adalah sebuah lambang dari 7 asa bushido di Jepang.

  1. Haori

haori baju tradisional jepang

Ketika menggunakan Kimono, maka untuk menjaganya supaya tetap bersih maka dipakai aksesoris yaitu baju Haori. Haori merupakan pakaian longgar yang mempunyai model seperti kimono tetapi lebih besar dan longgar.

Dipakai seperti menggunakan mantel. Haori biasa dipakai ketika acara-acara resmi atau pernikahan. Model haori untuk pria lebih pendek dibanding dengan haori untuk wanita. Kemudian sebagai pelengkap, maka bawahannya dipadukan dengan Hakama.

  1. Komon

Pada saat santai atau hangout, maka di Jepang dapat menggunakan baju Komon. Tidak hanya itu, komon juga dipakai ketika makan malam, atau melihat pertunjukan. Wanita Jepang seringkali memakai komon.

Baca Juga  Kini Tokyo Tower punya 'Deck Tour' baru dengan Interior Futuristik, Minuman Gratis dan Layanan Ekstra

Baju ini mempunyai motif yang sederhana dengan ukuran kecil yang berulang-ulang, pakaian ini dapat dipakai oleh wanita yang belum menikah ataupun yang sudah menikah.

  1. Irotomesode

Jika korotomesode biasa dipakai pada acara resmi, tetapi ada juga beberapa acara resmi yang tidak memperbolehkan memakai kurotomesode, yaitu pada acara Istana Kaisar.

Sebab korotomesode yang berwarna hitam dianggan terlalu murung untuk acara Istana yang ceria. Oleh karena itu, para wanita Jepang harus memakai Irotomesode. Baju ini juga dapat dipakai oleh wanita yang belum menikah.

Itulah beberapa baju tradisional Jepang untuk pria dan wanita selain Kimono. Semoga dapat menambah wawasan anda.

8 Baju Tradisional Jepang Pria dan Wanita Selain Kimono
5 (100%) 8 votes

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.