Selami Tradisi Masa Lalu Korea Selatan di Namsangol Hanok Village

Selami Tradisi Masa Lalu Korea Selatan di Namsangol Hanok Village

Travelerstars – Berkunjung ke mancanegara selain menikmati kekayaan alam Negara tersebut, juga bisa mengetahui sejarah budaya dari Negara tersebut. Jika travelers berkunjung ke Seoul, Korea Selatan, sempatkan mampir Namsangol Hanok Village.

Namsangol Hanok Village

Namsangol Hanok Village merupakan desa tradisional Korea. Di sini travelers bisa melihat taman dan rumah tradisional, termasuk rumah milik Ratu Yoon, Permaisuri dari Sungjeonghyo.

Begitu memasuki gerbang depan, travelers akan disuguhi pemandangan lembah yang luas. Di bagian samping terdapat rumah-rumah tradisional. Pada masa Dinasti Joseon, rumah itu milik berbagai kalangan mulai raja hingga petani.

Menariknya di salah satu rumah tradisional itu, travelers bisa minum teh tradisional sama persis seperti tatanan dan rasa teh pada ratusan abad silam.

Pengunjung juga bisa menengok dapur dan beberapa gentong yang digunakan untuk memasak Kimchi, salah satu makanan tradisional Korea Selatan. Kamar tidur dan kamar belajar masyarakat pada masa itu juga bisa dilihat di rumah tradisional ini.

Jika travelers ingin memiliki barang-barang seperti yang dipamerkan dalam rumah tersebut, travelers bisa mampir ke pameran yang ada di kawasan ini untuk membeli souvenir, seperti piring dan teh tradisional.

Baca Juga  Cobain Yuk, Ada Resto Menu Italia Halal Di Singapura

Selami Tradisi Masa Lalu Korea Selatan di Namsangol Hanok Village 1

Panduan Wisata di Namsangol Hanok Village

Untuk program di desa ini pihak Korea Tourism Organization memberikan panduan beserta harga, untuk melihat pertunjukan falconry (pertunjukan satwa Elang) dikenakan 7.000 won atau sekitar Rp 91 ribu.

Untuk Tea Ceremony Experience sebesar 15.000 won atau Rp 195 ribu, atau menggunakan pakaian tradisional Korea  Themed Hanbok Xxperience dikenakan biaya 15.000  won atau Rp 195 ribu, dan masih banyak lagi.

Di Namsangol Hanok Village travelers tidak hanya belajar tentang arsitektur rumah tradisional ini namun juga tentang orientasi arsitektur, tata letak, dan gaya penataan furniture pada masa itu. Berbagai tembikar, kerajinan dan alat musik tradisional seperti Gayageum (kecapi dengan 12 senar) dan Geomungo (gitar dengan 6 senar) dapat dilihat di sini.

Untuk mencapai tempat ini travelers bisa naik subway jalur 3 atau 4 menuju Chungmuto Station dan turun melalui pintu exit 3 atau 4. Ingat ya, desa tradisional ini tutup tiap Hari Senin.

Naskah   : Travelerstars

Foto: Korea Tourism Organization

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.