Pengalaman Backpaker ke Jepang

Travelerstars, Backpaker ke Jepang sendirian merupakan perjalan yang menantang bagi seorang Traveler. Sebab di negara yang dikenal berbiaya mahal itu sering dianggap hanya bisa dijelajahi jika punya dana dalam jumlah besar.

Bisa jadi soal besaran dana memang menjadi benar, namun bukan berarti hanya bergantung ke soal tebalnya angka rekening bank. Sebab ada juga sejumlah tips yang harus diperhatikan agar wisata ke Jepang tak lantas jadi boros anggaran.

Baca Juga  Ini Periode Musim Gugur Terbaik Di Jepang

Pengalaman Backpaker ke Jepang

Traveler perlu memperhatikan sejumlah panduan mudah pengalaman liburan ke jepang berikut ini.

  1. Bikin Agenda Perjalanan

Merencanakan mau menggunjungi daerah mana saja, berapa lama waktu kunjungan setiap destinasi, mau naik apa salam di jepang, menginap dimana, sampai mau beli oleh-oleh apa saja harus ditentukan sejak di Indonesia. Ini adalah tips liburan di jepang.

Kalau perlu Traveler perlu bikin buku catatan atas rincian dari hal-hal di atas. Sangat disarankan detailnya sampai soal tanggal, harga transpotasi massal yang akan dipakai, karcis masuk ke satu lokasi wisata, bahkan ke soal kesiapan kartu debut atau kartu kredit buat pembayaran.

Kalau Traveler berminat ke lokasi wisata yang fancy, ambil contoh Tokyo Disney Sea, pastinya butuh anggaran yang lebih besar dibandingkan menyambangi taman-taman dan museum di seputaran Tokyo.

Hal itu juga akan berbanding lurus dengan soal akomodasi seperti makan dan minum maupun lokasi penginapan yang jaraknya trak terlalu jauh dengan lokasi wisata.

Kalau mau menghemat biaya, paling mudah tentukan lokasi wisata yang sepaket dengan tiket Japan Rail Pass atau sejenisnya. Ibi pilihan yang secara signifikan bersahabat dengan ketersediaan anggaran.

Baca Juga  Tips Berpakaian Saat Musim Semi di Jepang
  1. Pilih Moda Transportasi

Jangan pernah membayangkan di Jepang untuk bisa naik taksi dengan leluasa seperti di Indonesia. Harga argonya yang dikenal sangat tinggi akan merusak perencanaan anggaran perjalan Traveler.

Silakan pantau berbagai situs soal moda transportasi di Jepang seperti www.hyperdia.com yang akan sangat membantu pemilihan sarana transportasi dari satu destinasi ke deetinasi yang lain.

Simulasinya bisa dengan perjalanan  dari kota A ke Kota B berikut pilihan kereta sekaligus stasiun naik dan turunnya sekalian. Termasuk jam operasionalnya, termasuk jika ada opsi naik bus. Traveler akan bisa memilih tarif yang termurah untuk berhemat.

  1. Pantau Kondisi Cuaca

Traveler wajib memperhatikan musim, prakiraan cuaca sekaligus suhu saat datang di Jepang. Biarpun musim panas, bukan berarti tidak ada kemungkinan musim hujan yang juga mengundang hembusan angin dingin. Sehingga jangan salah kostum yang malah bisa bikin jatuh sakit.

Jika berniat hadir di Jepang saat musim gugur atau semi jangan membayangkan suhunya hanya ‘sejuk’. Suhu  1-3 derajat celcius bisa menyergap apalagi jika tak menyiapkan jas tebal, baju hangat, bahkan sarung tangan.

Terlebih jika area yang akan didatangi berada di Utara wilayah Jepang.

  1. Siapkan Dana Buat Setiap Aktivitas

biaya backpaker ke jepang 2018

Perlu diperhatikan, masih banyak hotel, restoran, dan tempat belanja yang hanya menerima pembayaran tunai. Kalau sudah direncanakan sejak di Tanah Air makan akan bisa diketahui kapan Traveler mengeluarkan uang tunai serta kartu debit, bahkan kartu kredit.

Ini akan membantu pengeluaran bisa dikendalikan secara seksama. Akan lebih baik lagi jika penginapan atau lokasi wisata sudah di-booking sebelum berangkat ke Jepang.

Sebab di negara yang semua serba teratur itu memunculkan konsekuensi tidak bisa leluasa masuk ke satu lokasi wisata tanpa booking tiket sebelumnya.

Hal yang sama juga akan dihadapi saat hendak menginap di sebuah hotel. Saat peak season jangan banyak berharap bisa dapat hotel yang nyaman, kalau tak bisa disebut itu merupakan hal yang mustahil.

Khusus kartu kredit, pastikan limit yang ada. Ini akan berguna untuk pengeluaran yang dadakan. Namun pastikan sudah diaktivasi oleg bank yang mengeluarkan kartu kredit  untuk bisa dipakai di Jepang.

  1. Sewa Gawai Wifi

Akses internet selama ke Jepang sangatlah penting. Banyak venue sampai pesan restoran yang hanya bisa dilakukan dengan saluran internet. Di bandar udara di Jepang banyak yang sudah menyediakan tempat sewa peranti wifi router yang ukurannya sebesar telepon genggam.

Biaya sewa gawai itu biasanya bisa pakai kartu kredit.

Tapi akan lebih aman kalau bisa sewa di banyak biro perjalan yang ada di Indonesia. Biayanya bervariasi, umumya merupakan biaya deposit serta pulsa yang tersedia sesuai dengan waktu perjalanan di Jepang.

  1. Sudah Pegang Uang Yen

Sejujurnya enggak terlalu mudah menemukan lokasi penukaran uang asing di Jepang. Kecuali jika Traveler menyambangi lokasi perbelanjaan. Makanya lebih baik sudah menyiapkan uang Yen secukupnya sebelum berangkat untuk persiapan biaya backpaker ke Jepang.

Cermati saat penukaran uang, nilai jual harus jadi pegangan Traveler. Soalnya nilai jual dan beli sejatinya diambil dari sisi pihak perbankan ataupun tempat penukaran uang.

Cari yang niulai tukar Rupiah ke Yen yang paling murah.

  1. Pilih Koper atau Backpack?

Ini juga jangan sampai terabaikan. Kalau maunya memang membawa banyak barang ke Jepang dan juga tujuan wisata salam di sana maka koper jadi pilihan. Akan tetapi jika pilihannya mau lebih keuasa selama perjalanan maka tas panggul atau backpack jadi pilihan.

Pilihan di antara keduanya akan berbanding lurus dengan perbekalan serta pakaian yang hendak di bawa selama di Jepang. Sehingga ini akan mengurangi kesempatan untuk membeli perlengkapan, misalnya tiba-tiba terlupa bawa sarung tangan padahal Traveler datang waktu musim gugur.

  1. Cermati Lokasi Penginapan

penginapan backpaker di jepang

Perlu kiranya untuk memesan penginapan ataupun hotel yang tak jauh dari stasiun kereta. Sehingga jika harus pulang larut malam tak perlu butuh lagi lebih lama untuk segera beristirahat.

Pastikan lokasi penginapan bukan di daerah rawan atau terlalu sepi. Meski Jepang merupakan salah satu negara teraman di dunia bukan berarti tidak perlu ada tindakan preventif atas keamanan diri.

  1. Jaga Sopan Santun

Sebagai negara yang teratur, maka perilaku Traveler sebagai pendatang patut diperhatikan. Salah satunya, tidak lazim di Jepang menumbulkan suara yang terlalu berisik. Hal ini bisa berlaku dimanapun.

Oarng Jepang umunya penyukan keheningan. Jadi tidak lazim pula ada kalau Traveler makan makanan kecil saat berada di bus atau kereta walaupun kondisinya tidak sedang penuh sesak.

Bahkan banyak lokasi wisata seperti kuil atau yang masih berbau keagamaan dimana pakaian yang terlalu terbuka atau pendek merupakan hal yang terlarang.

Pengalaman Backpaker ke Jepang
5 (100%) 6 votes

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.